Permasalahan utama yang dihadapi Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo, Kabupaten Sukoharjo, adalah dominannya penggunaan uang tunai dalam transaksi santri yang berisiko kehilangan, kesalahan pencatatan, dan sulit dipantau oleh wali santri. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi transaksi keuangan di pesantren melalui implementasi sistem pembayaran QRIS tanpa handphone berbasis AI-IoT dan Biometric Key. Kegiatan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, instalasi perangkat, pelatihan pengguna, implementasi, dan evaluasi. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan kartu RFID dan autentikasi biometrik yang terintegrasi dengan modul AI-IoT dan dashboard monitoring. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi waktu transaksi dari ±2 menit menjadi kurang dari 30 detik, pengelolaan dana yang lebih transparan, serta kemudahan bagi wali santri dalam memantau keuangan anak secara real-time. Program ini berhasil meningkatkan literasi keuangan digital di lingkungan pesantren dan diharapkan menjadi model digitalisasi keuangan pesantren yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan berbasis asrama lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2026