Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran fisika meningkatkan kebermaknaan belajar sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya. Gong Buleuh, alat musik tradisional masyarakat Kerinci, berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran fisika berbasis etnosains, khususnya pada materi gelombang dan bunyi. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Gong Buleuh dalam pembelajaran fisika bertemakan etnosains melalui kajian literatur naratif. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish, menghasilkan 8 artikel relevan dari 21 artikel yang ditemukan, yang diterbitkan pada rentang 2017–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi etnosains mampu meningkatkan pemahaman konsep, mengaitkan materi dengan konteks budaya siswa, dan mengurangi kejenuhan belajar. Kajian ini juga mengidentifikasi implementasi Gong Buleuh melalui pendekatan STEM-integrated Problem-Based Learning yang terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran fisika yang responsif terhadap budaya lokal agar konsep sains lebih bermakna bagi siswa.
Copyrights © 2026