Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran mekanika kontekstual berbasis kearifan lokal pada siswa di wilayah kepulauan seperti Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa dari dua satuan pendidikan di Maluku. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara guru dan siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penyelesaian soal hitungan (77,78%), tetapi juga pada pemahaman konsep gaya dan gerak serta rendahnya rasa percaya diri dalam belajar fisika. Pembelajaran yang berlangsung masih didominasi ceramah dan latihan soal (81,94%), minim praktikum, serta jarang dikaitkan dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, mayoritas siswa (>90%) menyatakan kebutuhan terhadap pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, serta mendukung integrasi fenomena lokal seperti aktivitas perahu dan nelayan sebagai sumber belajar. Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran mekanika kontekstual berbasis kearifan lokal Maluku menjadi kebutuhan pedagogis yang mendesak untuk meningkatkan pemahaman konsep, literasi sains, dan kebermaknaan belajar siswa di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026