Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, usia produktif, dan pelatihan terhadap penyerapan tenaga kerja di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ternate serta merumuskan implikasi kebijakan publiknya. Menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda terhadap 66 responden alumni pelatihan, hasil penelitian menunjukkan bahwa usia produktif (β = 0,362; p < 0,01) dan pelatihan (β = 0,465; p < 0,01) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sementara tingkat pendidikan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (β = -0,127; p > 0,05). Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 74,2% varians penyerapan tenaga kerja (F = 59,341; p < 0,01). Implikasi kebijakan menunjukkan perlunya penguatan Active Labor Market Policy (ALMP) melalui pendekatan demand-driven, peningkatan keterpaduan data pasar kerja, dan reformasi tata kelola pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan National TVET Qualification Framework yang terintegrasi dengan sistem informasi pasar kerja nasional untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja di wilayah perbatasan Indonesia.
Copyrights © 2026