Degradasi moral generasi muda merupakan permasalahan sosial yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, ditandai dengan meningkatnya kasus kenakalan remaja, bullying, intoleransi, dan rendahnya pengamalan nilai-nilai keagamaan. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis sebagai solusi, namun implementasinya yang masih didominasi pendekatan kognitif dinilai belum optimal dalam menyentuh dimensi afektif siswa. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis peran strategi pembelajaran afektif dalam PAI sebagai respons terhadap fenomena degradasi moral generasi muda. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis konten terhadap berbagai sumber ilmiah terbitan 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran afektif yang meliputi pembiasaan (ta'widiyyah), keteladanan (uswah hasanah), refleksi dan muhasabah, diskusi nilai, serta penguatan positif terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam pada diri siswa secara mendalam. Integrasi strategi-strategi tersebut dalam pembelajaran PAI mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan agama dan pengamalannya, sehingga berpotensi menjadi instrumen pembentukan karakter Islami yang kokoh sebagai benteng terhadap degradasi moral generasi muda.
Copyrights © 2026