Kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah melalui supervisi akademik yang efektif. Namun, efektivitas supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi guru dapat dimediasi oleh efikasi diri guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi akademik terhadap kompetensi guru dengan efikasi guru sebagai variabel intervening di SD Negeri se-Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling terhadap guru-guru SD Negeri di Kota Depok. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel supervisi akademik, efikasi diri, dan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supervisi akademik memberikan kontribusi sebesar 58,7% terhadap peningkatan kompetensi guru dengan nilai koefisien regresi 0,523. Kemudian, supervisi akademik memberikan kontribusi sebesar 40,4% terhadap efikasi diri guru dengan nilai Koefisien regresi 0,528. Sedangkan efikasi diri memiliki kontribusi besar, yaitu 61,1%, terhadap peningkatan kompetensi guru dengan nilai koefisien regresi 0,643. Berdasarkan hal tersebut maka pengaruh langsung supervisi akademik terhadap kompetensi guru (0,523) lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui efikasi diri (0,339). Dengan demikian, efikasi diri tidak berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan supervisi akademik dan kompetensi guru. Artinya, supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru secara langsung tanpa bergantung pada adanya perubahan efikasi diri
Copyrights © 2025