Kolesterol merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat. Penggunaan obat sintetik seperti simvastatin efektif menurunkan kadar kolesterol, namun berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alami. Daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol 96% daun kelor terhadap kadar kolesterol pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pretest-posttest randomized control group design. Sebanyak 5 ekor kelinci jantan dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif (Na-CMC), serta dua kelompok perlakuan ekstrak dengan dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB. Induksi hiperkolesterolemia dilakukan menggunakan pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian kadar kolesterol diukur pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil menunjukkan bahwa kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan dari 185 mg/dL menjadi 105 mg/dL (43,24%). Kelompok ekstrak dosis 156 mg/kgBB dan 312 mg/kgBB juga mengalami penurunan menjadi 113 mg/dL (19,29%) dan 108 mg/dL (34,15%), sedangkan kontrol negatif hanya menurun sebesar 10,62%. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki aktivitas menurunkan kadar kolesterol, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan simvastatin.
Copyrights © 2026