This study aims to implement the Simple Additive Weighting (SAW) method as a decision support system for determining elective subjects under the Merdeka Curriculum at SMAN 1 Harau. The study is motivated by the high level of uncertainty experienced by Grade X students in selecting elective subjects. Although the school provides nine elective options and has conducted socialization programs for students and parents, questionnaire results indicate that 83.7% of students remain uncertain in making their choices. This uncertainty is primarily influenced by peer pressure, recommendations from senior students, and students’ lack of confidence in identifying their own interests and academic abilities. The research employs the Simple Additive Weighting (SAW) method, which involves determining criteria and alternatives, assigning weights to each criterion, constructing and normalizing the decision matrix, calculating preference values (Vi), and ranking the alternatives, where the alternative with the highest Vi is selected as the primary recommendation. The results show that the SAW method achieves a sensitivity value of 0.0011 and an accuracy rate of 98.85%, indicating a high level of stability and reliability. Based on the sensitivity and accuracy tests, it can be concluded that the SAW method is effective and feasible for determining elective subjects. This study contributes by providing an objective, measurable, and transparent decision-making approach, with practical implications for improving academic guidance and decision support services in secondary education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai sistem pendukung keputusan dalam menentukan mata pelajaran pilihan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Harau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat keraguan siswa kelas X dalam memilih mata pelajaran pilihan. Meskipun sekolah telah menyediakan sembilan mata pelajaran pilihan serta melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua, hasil angket menunjukkan bahwa 83,7% siswa masih mengalami kebingungan dalam pengambilan keputusan. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi pengaruh teman sebaya, rekomendasi senior, serta ketidakpastian siswa terhadap minat dan kemampuan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah Simple Additive Weighting (SAW), yang meliputi penentuan kriteria dan alternatif, pemberian bobot kriteria, penyusunan dan normalisasi matriks keputusan, perhitungan nilai preferensi (Vi), serta proses perangkingan alternatif. Alternatif dengan nilai Vi tertinggi ditetapkan sebagai rekomendasi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW memiliki tingkat sensitivitas sebesar 0,0011 dan tingkat akurasi sebesar 98,85%, yang mengindikasikan stabilitas dan keandalan metode dalam menghasilkan rekomendasi. Berdasarkan hasil uji sensitivitas dan akurasi, dapat disimpulkan bahwa metode SAW layak dan efektif digunakan dalam menentukan mata pelajaran pilihan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan pendekatan pengambilan keputusan yang objektif, terukur, dan transparan, serta berimplikasi pada peningkatan kualitas layanan bimbingan akademik di sekolah.
Copyrights © 2025