Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diwajibkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2013 guna meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Namun, tingkat keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada penerimaan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tingkat penerimaan pengguna SIMRS di RSU Kabupaten Tangerang menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup lima variabel: persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, minat perilaku untuk menggunakan dan penggunaan sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan 221 responden dari delapan unit pelayanan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada dalam kategori baik: persepsi kemanfaatan (3,97), persepsi kemudahan penggunaan (3,70), sikap terhadap penggunaan (3,75), minat perilaku (3,87) dan penggunaan sesungguhnya (3,87). Sebagian besar pengguna menilai SIMRS bermanfaat, mudah digunakan, nyaman dan rutin dimanfaatkan dalam kegiatan kerja. Namun, sebagian kecil pengguna belum merasakan manfaat dan kenyamanan secara optimal, kemungkinan disebabkan kendala teknis, kompleksitas fitur, atau keterbatasan akses. Temuan ini memberikan gambaran penerimaan teknologi yang baik di rumah sakit dan menjadi dasar untuk evaluasi serta pengembangan sistem agar lebih sesuai kebutuhan seluruh pengguna.
Copyrights © 2026