Transformasi digital di sektor kesehatan menuntut pejabat struktural pelayanan medis memiliki kompetensi digital yang memadai untuk mengelola sistem informasi, integrasi klaim JKN, serta pengambilan keputusan berbasis data secara efektif. Kapasitas digital pimpinan struktural berpotensi memengaruhi efektivitas organisasi rumah sakit, terutama dalam aspek koordinasi pelayanan, efisiensi proses, dan kualitas tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi digital pejabat struktural pelayanan medis terhadap efektivitas organisasi di RSI Nyai Ageng Pinatih. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 14 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin yang mengukur dimensi literasi digital, pemanfaatan sistem informasi, keamanan data, dan kepemimpinan digital, serta indikator efektivitas organisasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji normalitas Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital berpengaruh signifikan terhadap efektivitas organisasi. Nilai koefisien regresi menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi digital diikuti peningkatan efektivitas organisasi. Disimpulkan bahwa kompetensi digital pejabat struktural merupakan determinan penting efektivitas organisasi rumah sakit. Manajemen disarankan mengintegrasikan penguatan kompetensi digital dalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026