Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan unsur ekologi dalam cerita rakyat Kongga Owose dan Jack and the Beanstalk melalui pendekatan intertekstual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, yang difokuskan pada aspek ekologi sosial, konflik ekologis, sikap manusia terhadap alam, flora dan fauna, fungsi alam dalam alur, serta unsur mitos dan simbol budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita memiliki persamaan dalam memanfaatkan alam sebagai unsur penting dalam pembangunan cerita, baik sebagai latar, sumber konflik, maupun sarana penyelesaian masalah. Namun, terdapat perbedaan mendasar, di mana Kongga Owose menampilkan hubungan manusia dan alam yang bersifat kolektif, berbasis kearifan lokal, serta mencerminkan harmoni ekologis, sedangkan Jack and the Beanstalk lebih menonjolkan hubungan individual yang berorientasi pada eksplorasi dan perubahan nasib. Unsur supranatural dalam kedua cerita juga berperan sebagai penguat nilai budaya dan imajinasi masyarakat terhadap alam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kajian intertekstual berbasis ekologi dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan dalam pembelajaran sastra untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan nilai budaya. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan, bahasa, dan sastra, khususnya dalam memperkaya kajian ekokritik dan pemanfaatannya dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026