Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri SMPN Satap 1 Watubangga, Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka Ilyas, Ika Lismayani; Sari, Erin Adelia; Arifin, M. Jaenal; Kholifah, Ira Nur; Maharani, Maharani; Fizria, Heny; Nurfa, Nurfa; Yunita, Sang Ayu; Khaer, Miftahul; Anang, Muh.; Saputri, Ritmayana; Kalsum, Ummi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.1103

Abstract

Sumber Rejeki Village, Watubangga District, has a coastal character that contributes to family lifestyles. The goal of this community service (PKM) is to improve anemia literacy and Menstrual Health Management (MHM) among female students of SMPN Satap 1 Watubangga through educational outreach. This Community Service used a one-group pre-post design with a slide- and leaflet-based outreach approach without pharmacological intervention. The population was female adolescents in grades VII–IX; a total sampling of participants was conducted (N=18; July 2025; session duration 75–90 minutes). The variables assessed were Knowledge (K), Attitude (A), and Intention to Practice. The instrument consisted of a brief KAP questionnaire (5 items on the true/false K scale, 5 items on the Likert scale 1–5, and 3 items on the intention to practice). The average score increased from 63.9% (pre-session) to 91.1% (post-session) (Δ=+27.2 percentage points; t(17)=5.34; d=1.26—large effect size). The category composition shifted from Good=6, Fair=7, Poor=5 to Good=16, Fair=2, Poor=0 at post-session. The single-session, slide- and leaflet-based outreach program had a significant impact on improving anemia and MHM literacy among adolescent girls.
Kajian Intertekstual dalam Cerita Rakyat Kongga Owose dan Jack and the Beanstalk Anang, Muh.; Takwa, Takwa; Samsuddin, Samsuddin; Saadillah, Andi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan unsur ekologi dalam cerita rakyat Kongga Owose dan Jack and the Beanstalk melalui pendekatan intertekstual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, yang difokuskan pada aspek ekologi sosial, konflik ekologis, sikap manusia terhadap alam, flora dan fauna, fungsi alam dalam alur, serta unsur mitos dan simbol budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita memiliki persamaan dalam memanfaatkan alam sebagai unsur penting dalam pembangunan cerita, baik sebagai latar, sumber konflik, maupun sarana penyelesaian masalah. Namun, terdapat perbedaan mendasar, di mana Kongga Owose menampilkan hubungan manusia dan alam yang bersifat kolektif, berbasis kearifan lokal, serta mencerminkan harmoni ekologis, sedangkan Jack and the Beanstalk lebih menonjolkan hubungan individual yang berorientasi pada eksplorasi dan perubahan nasib. Unsur supranatural dalam kedua cerita juga berperan sebagai penguat nilai budaya dan imajinasi masyarakat terhadap alam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kajian intertekstual berbasis ekologi dapat digunakan sebagai alternatif pendekatan dalam pembelajaran sastra untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan nilai budaya. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan, bahasa, dan sastra, khususnya dalam memperkaya kajian ekokritik dan pemanfaatannya dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal.