Quarter life crisis merupakan kondisi yang sering kali terjadi pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mengenai fenomena quarter life crisis yang dialami pada fase emerging adulthood dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quarter life crisis umumnya dirasakan sebagai kondisi yang ditandai oleh munculnya rasa cemas, kebingungan, serta ketidakpastian dalam menentukan arah hidup, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, karier, dan masa depan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tuntutan sosial, harapan dari keluarga, keterbatasan peluang kerja, serta kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain yang semakin diperkuat oleh penggunaan media sosial. Meskipun menimbulkan tekanan secara psikologis, pengalaman ini tidak selalu berdampak negatif, karena juga dapat menjadi sarana refleksi bagi individu untuk lebih mengenali diri, merencanakan kembali pilihan hidup untuk masa depan yang lebih terarah. Dalam menghadapi situasi tersebut, individu melakukan berbagai cara, seperti mencari dukungan dari orang terdekat, melakukan kegiatan positif, serta mengatur penggunaan media sosial. Dengan demikian, Quarter life crisis tidak hanya dapat dipandang sebagai fase yang penuh tantangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses perkembangan yang membantu individu menjadi lebih siap dan matang dalam menjalani kehidupan dewasa.
Copyrights © 2026