Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang dapat menimbulkan distres psikologis signifikan, seperti kecemasan, depresi, isolasi sosial, serta berkontribusi terhadap rendahnya kepatuhan pengobatan dan proses rehabilitasi. Kondisi ini ditandai dengan persepsi mendengar suara atau stimulus auditori tanpa adanya rangsangan nyata dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kemampuan kontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia sebelum dan sesudah diberikan terapi seni melukis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua orang subjek. Intervensi dilakukan dalam rentang waktu 4–10 Agustus 2025. Pengukuran kemampuan kontrol halusinasi dilakukan sebelum dan setelah pemberian terapi seni melukis. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor halusinasi pada kedua subjek, yaitu dari 16 menjadi 3 pada subjek I dan dari 12 menjadi 3 pada subjek II. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi seni melukis berpotensi efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi seni melukis dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis yang mendukung pengendalian halusinasi pada pasien skizofrenia. Oleh karena itu, disarankan bagi institusi pelayanan kesehatan untuk mempertimbangkan penerapan terapi seni melukis sebagai bagian dari asuhan keperawatan dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi pendengaran.
Copyrights © 2026