Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fortifikasi tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap karakteristik sensori dan nilai tambah ekonomi bakso ikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan post-test only with control group design, yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu kontrol (tanpa penambahan tepung daun kelor) dan perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor sebesar 5%. Uji sensori dilakukan menggunakan metode hedonik terhadap 30 panelis tidak terlatih dengan atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data sensori dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U Test, sedangkan analisis ekonomi dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, keuntungan, dan Revenue Cost Ratio (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan terhadap atribut warna (p = 0,214) dan rasa (p = 0,678), namun berpengaruh signifikan terhadap aroma (p = 0,032) dan tekstur (p = 0,018). Secara keseluruhan, produk masih berada dalam kategori disukai oleh panelis. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa usaha ini menghasilkan keuntungan sebesar Rp 331.163 per produksi dengan nilai R/C ratio sebesar 2,96, yang menunjukkan bahwa usaha layak dan menguntungkan. Dengan demikian, fortifikasi tepung daun kelor dapat meningkatkan nilai tambah produk baik dari aspek sensori maupun ekonomi.
Copyrights © 2026