Rendahnya literasi digital siswa dan terbatasnya variasi media pembelajaran interaktif menjadi latar belakang dari penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan kondisi awal pembelajaran informatika, mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis nilai “PETIK LIDI”, menganalisis respon guru, respon siswa serta efektifitas produk pengembangan media pembelajaran di SMP Negeri 2 Binangun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX G sebagai kelas eksperimen (32 siswa) dan kelas IX F sebagai kelas kontrol (32 siswa) di SMP Negeri 2 Binangun, Cilacap. Observasi, wawancara, angket, validasi ahli, dan tes hasil belajar (pretest dan posttest) adalah teknik untuk mengumpukan data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif, uji N-Gain Score, serta uji Independent Sample t-test. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal pembelajaran masih menggunkan media yang kurang inovatif, pengembangan produk menunjukkan valid, praktis, efektif berdasarkan, sebagai praktisi pembelajaran respon guru menunjukkan hasil validasi 96%. Respon siswa terhadap kepraktisan mencapai 94,46% (sangat praktis). Efektifitas penggunaan produk media pembelajaran interaktif siswa mencapai rata-rata 91,03% (sangat baik) hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan.
Copyrights © 2026