Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pemerintah Kota Surabaya mengelola uang rakyat dalam APBD 2025, terkhusus pada belanja modal untuk proyek revitalisasi Taman dan Jalan. Meski pelaksanaanya di lapangan sangat efisien (mencapai pada angka 96%), didalam penelitihan ini di temukan adanya ketimpangan alokasi. Uang negara masih banyak yang tersedot untuk biaya operasional (pegawai, administrasi, dll.) sebesar 68%, sedangkan yang di gunakan untuk pembangunan fisik hanya 32%. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar pemerintahan daerah meningkatkan keseimbangan antar belanja modal dan belanja operasional guna memperkuat kualitas infrastruktur serta pelayanan publik secara berkala atau jangka panjang.
Copyrights © 2026