Monolog menjadi genre drama yang kini makin digemari Masyarakat. Karakternya yang lebih relatif simpel dibandingkan dengan genre drama lain, lebih bertumpu pada keaktoran, lebih mudah dan fleksibel dipentaskan, dan lain-lain adalah factor-faktor pendukung genre tersebut makin populer. Keberadaan naskah atau teks monolog menjadi sangat penting. Cerita rakyat dan tradisi menjadi sumber inspirasi menarik untuk dieksplorasi. Banyak sastrawan dan dramawan besar dunia memanfaatkan dan mengeksplorasi serta rakyat dan tradisi, misalnya William Shakespeare. Dengan hermeneutika dialektik, nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat dan tradisi dapat dikonstruksi secara estetis menjadi drama monolog modern. Hal ini juga dapat menjadi wahana pengembangan nilai-nilai budaya yang berkemajuan. Banyaknya cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang di masyarakat menjadi ladang kreatif bagi guru-guru untuk berkiprah dalam dunia budaya dengan mengasah kemampuan menulis teks drama monolog berbasis cerita rakyat dan tradisi.
Copyrights © 2025