Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Character Building Guru Humanis dalam Upaya Pemberdayaan Coping Strategy Bagi Peserta Didik Melalui Kisah dan Karya Sastra Dyah Prabaningrum; Rahayu Pristiwati; Asep Purwo Yudi Utomo; Elfa Fadilah; Salsabila Budi Utami
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 4 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i4.1552

Abstract

Peran guru di sekolah menjadi sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru tidak hanya dituntut untuk memberikan materi pada pembelajaran, tercantum pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Bab III Pasal 3 yang diharapkan untuk membentuk watak. Salah satu karakter yang harus diajarkan guru pada peserta didik adalah mengelola stres sehingga tidak menimbulkan kerugian untuk diri sendiri atau orang lain di sekitarnya. Istilah ini disebut coping strategy. Pembentukan karakter berbasis coping strategy dapat dilakukan dengan cara berkisah dan menulis cerita untuk peserta didik. Sebab, cerita dan karya sastra mempu menstimulus pemikiran aktif solutif.Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan pendampingan character building guru humanis dalam upaya pemberdayaan coping strategy bagi peserta didik melalui kisah dan karya sastra.
MENULIS NASKAH MONOLOG BERBASIS TOKOH CERITA RAKYAT SEBAGAI UPAYA KONSERVASI TRADISI LISAN Mulyono; Dyah Prabaningrum; Dhoni Zustiyantoro; Elfa Fadilah; Liza Rizqi Amalia; Moh Annur Khoif
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monolog menjadi genre drama yang kini makin digemari Masyarakat. Karakternya yang lebih relatif simpel dibandingkan dengan genre drama lain, lebih bertumpu pada keaktoran, lebih mudah dan fleksibel dipentaskan, dan lain-lain adalah factor-faktor pendukung genre tersebut makin populer. Keberadaan naskah atau teks monolog menjadi sangat penting. Cerita rakyat dan tradisi menjadi sumber inspirasi menarik untuk dieksplorasi. Banyak sastrawan dan dramawan besar dunia memanfaatkan dan mengeksplorasi serta rakyat dan tradisi, misalnya William Shakespeare. Dengan hermeneutika dialektik, nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat dan tradisi dapat dikonstruksi secara estetis menjadi drama monolog modern. Hal ini juga dapat menjadi wahana pengembangan nilai-nilai budaya yang berkemajuan. Banyaknya cerita rakyat yang tumbuh dan berkembang di masyarakat menjadi ladang kreatif bagi guru-guru untuk berkiprah dalam dunia budaya dengan mengasah kemampuan menulis teks drama monolog berbasis cerita rakyat dan tradisi.