Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas variasi latihan rondos 4 on 2 plus 2 zona play dan passing games 4 on 4 plus 2 terhadap keterampilan passing dan stopping pemain U-10 SSB Taliwang Maras. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya kualitas passing-stopping pemain usia dini yang terlihat dari penggunaan latihan yang masih monoton, kurang berbasis situasi permainan, dan belum memberi tekanan pengambilan keputusan yang cukup. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain U-10 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 pemain kelompok rondos dan 10 pemain kelompok passing games. Instrumen yang digunakan adalah tes sepak tahan bola selama 30 detik. Perlakuan diberikan selama enam minggu melalui 18 pertemuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kelompok rondos meningkat dari rerata 5,60 menjadi 7,60, dengan selisih 2,00 poin, t (9) = 9,487, p<0,001, dan effect size dz=3,00. Kelompok passing games meningkat dari rerata 5,60 menjadi 7,50, dengan selisih 1,90 poin, t (9) = 10,585, p<0,001, dan effect size dz=3,35. Perbandingan peningkatan menunjukkan rondos sedikit lebih unggul secara praktis karena menghasilkan rerata post-test dan kenaikan absolut yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa latihan berbasis permainan, terutama rondos dengan superioritas numerik dan perpindahan zona, efektif untuk memperbaiki akurasi operan, kontrol bola pertama, dukungan ruang, orientasi tubuh, dan keputusan sederhana pada pemain usia dini. Kata Kunci: Rondos; Passing Games; Passing; Stopping; Sepak Bola Usia Dini.
Copyrights © 2025