Industri batik sebagai bagian dari sektor tekstil Indonesia memainkan peran penting dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal. Namun, proses produksinya kerap dikritisi karena menghasilkan limbah cair berbahaya. Penerapan green manufacturing menjadi solusi strategis untuk mengurangi dampak lingkungan tanpa mengorbankan kualitas dan nilai ekonomi. Artikel ini mengkaji pendekatan green manufacturing dalam produksi batik, khususnya pada skala industri kecil dan menengah (IKM), serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi. Dengan metode studi literatur terhadap 103 referensi dari jurnal internasional dan nasional, diperoleh gambaran komprehensif tentang teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, pemrosesan limbah, dan pendekatan ekonomi sirkular dalam industri batik. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh dukungan teknologi, regulasi, dan edukasi berkelanjutan kepada pelaku industri.
Copyrights © 2025