Kebiasaan makan sehat usia dini dipengaruhi ketersediaan pangan dan pengalaman emosional anak saat berinteraksi dengan makanan. Guru PAUD menghadapi tantangan anak enggan mencoba menu sehat, terdistraksi jajanan, serta terbatasnya perangkat ajar yang mengaitkan pembiasaan makan dengan pembelajaran bermain. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dan membangun perilaku “mau mencoba” melalui strategi Joyful Eating yang menempatkan pangan lokal, seperti kelor, ubi ungu, dan ikan, sebagai media tematik untuk stimulasi sensori, bahasa, dan sosial-emosional. Kegiatan berlangsung delapan bulan bersama IGTK, melibatkan 10 PAUD dengan dua guru inti per sekolah (n=20). Metode meliputi asesmen praktik PMT dan kebutuhan pembelajaran; perancangan Modul Joyful Eating 4-6 sesi beserta cerita tematik, kartu emosi, lembar observasi, dan panduan orang tua; pelatihan dan microteaching; implementasi kelas dengan pendampingan; serta evaluasi pre-post kompetensi guru, keterlaksanaan sesi, perubahan perilaku anak melalui skala emotikon, dan dokumentasi praktik baik. Produk berbahan kelor, ubi ungu, dan ikan digunakan sebagai alat peraga eksplorasi indra dan kreasi bentuk menarik, tanpa menekankan uji komposisi gizi. Luaran mencakup artikel terakreditasi, buku/modul, HKI/ISBN, video praktik baik, berita media massa, dan bahan diseminasi forum IGTK. Program diharapkan memperkuat budaya makan positif, mengurangi pemaksaan makan, serta mendorong kolaborasi rumah-sekolah melalui tugas, refleksi orang tua, dan umpan balik
Copyrights © 2026