Tantangan dialami guru dalam meningkatkan partisipasi siswa berkebutuhan khusus untuk berkegiatan di sekolah, salah satunya di SD Negeri 3 Labuhan Ratu yang memiliki sumber daya yang kurang memadai untuk mendukung siswa berkebutuhan khusus. Hal ini termasuk sumber daya manusia (guru yang belum terlatih dan memahami kebutuhan khusus), sumber daya fisik (fasilitas yang kurang ramah terhadap siswa berkebutuhan khusus, seperti aksesibilitas yang kurang memadai), dan sumber daya pendukung lainnya (misalnya, perangkat lunak atau alat bantu teknologi) Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyajian informasi, diskusi, dan pendampingan yang menghendaki para peserta untuk memiliki wawasan teoritis dan praktis tentang berbagai strategi untuk meningkatkan partisipasi siswa berkebutuhan khusus dalam kegiatan sekolah. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diketahui skor rata-rata post-test peserta pelatihan yaitu sebesar 80 lebih tinggi dibandingkan skor rata-rata pretest peserta yaitu 40,6. Sedangkan Skor N-gain sebesar 0,66 masuk dalam kategori sedang dengan persentase 66% kategori cukup efektif. Hal tersebut menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang telah dilakukan bermanfaat bagi guru dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru-guru di SDN 3 Labuhan Ratu.
Copyrights © 2026