Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis etnosains yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem pencernaan manusia dengan mengintegrasikan kearifan lokal berupa makanan tradisional Batak Toba. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaiti Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. subjek penelitian ini adalah 29 peserta didik kelas V-B SDN 101775 Sampali. Produk dikembangkan menggunakan aplikasi Canva dengan mengintegrasikan 4 makanan khas Batak Toba, yaitu, arsik, naniura, ombus-ombus, dan gulai daun ubi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 83% dan validasi ahli desain dan teknologi memperoleh persentase 90%, keduanya termasuk kategori Sangat Layak. Uji praktikalitas oleh guru memperoleh persentase 90,4% dengan kategori Sangat Layak. Efektivitas media diukur menggunakan rumus N-Gain, dengan rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 61,03 pada pretest menjadi 82,59 pada posttest dan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk dalam kategori Efektif. Dengan demikian, media pembelajaran digital berbasis etnosains yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif sebagai alternatif media pembelajaran IPAS pada materi Sistem Pencernaan Manusia di Kelas V sekolah dasar.
Copyrights © 2026