Penetrasi platform komunikasi digital yang masif sering kali tidak selaras dengan pemeliharaan standar kebahasaan formal, sehingga memicu degradasi kualitas penulisan. Penelitian ini berupaya menyintesis kecenderungan serta karakteristik penyimpangan kaidah bahasa Indonesia pada ranah digital dan akademik berdasarkan literatur terbitan lima tahun terakhir. Studi ini menerapkan desain Systematic Literature Review (SLR) terhadap 12 artikel dari jurnal nasional terakreditasi dalam kurun waktu 2019–2026. Temuan riset mengindikasikan bahwa anomali ejaan (58%) merupakan tren paling mencolok, disusul oleh ketidaktepatan diksi (24%) dan kekeliruan struktur kalimat (18%). Karakteristik kesalahan di ruang digital cenderung bersifat mekanik dan dipengaruhi dialek informal, sedangkan di lingkungan akademik lebih didominasi oleh interferensi bahasa daerah serta konstruksi.
Copyrights © 2026