Artikel ini menganalisis representasi perempuan dalam drama Korea kontemporer serta reproduksi kekuasaan patriarkal melalui narasi, karakterisasi, dan relasi romantik-domestik. Berbasis perspektif feminis kritis dan teori representasi media, penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis terhadap drama populer periode 2018–2025, serta didukung wawancara dan FGD dengan 10 mahasiswa penggemar drama Korea.Temuan menunjukkan bahwa meskipun perempuan digambarkan kuat, mandiri, dan berpendidikan, alur cerita tetap menempatkan mereka dalam ketergantungan emosional dan legitimasi maskulinitas. Representasi “perempuan kuat” dinegosiasikan melalui romantisasi ketergantungan, pengorbanan domestik, dan penguatan figur laki-laki sebagai penyelamat. Praktik simbolik seperti standar kecantikan, representasi tubuh, dan pembagian kerja domestik memperlihatkan bagaimana patriarki bekerja secara halus dan terinternalisasi.Diskriminasi gender tidak selalu hadir secara eksplisit, melainkan melalui normalisasi dan glamorisasi ketimpangan. Namun, terdapat pula momen resistensi ketika karakter perempuan menantang norma tradisional dan membuka ruang agensi. Studi ini menegaskan bahwa drama Korea merupakan arena ambivalen yang sekaligus mereproduksi dan meretakkan struktur patriarki, serta penting dalam memahami dinamika politik gender dalam budaya populer global.
Copyrights © 2026