Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep dan tingginya kecemasan matematika siswa. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk Komunitas Belajar Matematika Kreatif bagi siswa SMP–SMA di Asrama Putri Seraphine. Subjek kegiatan berjumlah 18 siswa yang dilibatkan dalam pendampingan intensif selama dua bulan dengan mengintegrasikan pendekatan guided discovery learning, problem-based learning, dan math talk learning community. Kegiatan diawali dengan pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas pembelajaran kolaboratif berupa diskusi kelompok, pemecahan masalah kontekstual, permainan edukatif, serta tutor sebaya. Evaluasi dilakukan melalui posttest dan observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman matematika siswa, dengan rata-rata skor meningkat dari 14,06 (38,0%) menjadi 27,83 (75,23%). Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan, kepercayaan diri, dan keterlibatan dalam pembelajaran. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa masih belum berkembang secara optimal, terutama dalam menjelaskan langkah penyelesaian secara sistematis. Dengan demikian, pembentukan komunitas belajar matematika kreatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Namun, diperlukan upaya lanjutan untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematis secara lebih optimal.
Copyrights © 2026