Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar merupakan persoalan mendasar yang memerlukan solusi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SDN Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum PBL diterapkan, siswa menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap guru dan hampir tidak memiliki kemampuan mengidentifikasi serta merancang strategi penyelesaian masalah secara mandiri. Setelah penerapan PBL melalui dua siklus pembelajaran, keempat indikator kemampuan pemecahan masalah mengalami peningkatan yang signifikan, meliputi kemampuan mengidentifikasi masalah, merancang strategi, melaksanakan rencana, dan merefleksikan solusi. Selain itu, aspek afektif siswa berupa kepercayaan diri dan motivasi belajar juga berkembang secara positif. Disimpulkan bahwa model PBL efektif diterapkan di sekolah dasar wilayah pedesaan tanpa memerlukan infrastruktur teknologi yang kompleks, selama masalah yang disajikan bersifat autentik dan relevan dengan konteks kehidupan lokal siswa.
Copyrights © 2026