Pasien pneumonia rawat inap menerima banyak obat (polifarmasi) dan memiliki komorbiditas, sehingga berisiko tinggi mengalami potensi interaksi obat yang dapat memengaruhi hasil terapi. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta terhadap kejadian potensi interaksi obat pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Ananda Bekasi. Metode yang dilakukan dalama peneltian ini adalah observasional retrospektif dilakukan dengan menelaah rekam medis 50 pasien Pneumonia periode Januari– Maret 2025. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi Drug dan Drugbank, sedangkan hubungan antara jumlah obat atau penyakit penyerta dengan kejadian interaksi dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 43 pasien (86%) memiliki potensi interaksi obat dengan total 249 kejadian interaksi; dominasi tingkat keparahan adalah moderat (56%), diikuti minor (41%) dan mayor (3%). Jenis interaksi terbagi rata antara farmakodinamik dan farmakokinetik. Tren menunjukkan semakin banyak jumlah obat (≥7) dan penyakit penyerta (≥3), semakin tinggi proporsi interaksi, namun tidak mencapai signifikansi statistik (p = 0,074 untuk jumlah obat; p = 0,274 untuk komorbid). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa potensi interaksi obat tinggi pada pasien Pneumonia dengan polifarmasi dan komorbiditas; meskipun hubungannya secara statistik belum signifikan, secara klinis terdapat tren peningkatan risiko
Copyrights © 2026