p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Feronika Evma Rahayu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harmonisasi Musik dan Tari Tradisional dalam Penanganan Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Lansia Baltasar Serilus Sanggu Dedu; Feronika Evma Rahayu; Nurhidayah Amir
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45702

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes adalah penyebab utama kematian global yang menimbulkan tantangan signifikan di Indonesia. Komplikasinya seperti serangan jantung dan stroke diperburuk oleh penuaan. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki efektivitas terapi musik dan tari tradisional yang diselaraskan dalam mengelola tekanan darah, dan kadar gula darah pada lansia dengan hipertensi atau DM. Studi kuantitatif ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol dan pengambilan sampel yang dimaksudkan. Tekanan darah dan kadar gula diukur melalui observasi. Uji-T Sampel Berpasangan menganalisis perbedaan pra dan sesudah pengujian dalam kelompok, sedangkan Uji-T Sampel Independen membandingkan hasil antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok intervensi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 13,18 (p=0,000) dibandingkan dengan 8,32 (p=0,000) pada kelompok kontrol. Untuk tekanan diastolik, kelompok intervensi menurun sebesar 5,28 (p = 0,000) berbanding 3,04 (p = 0,000) pada kontrol. Kadar gula darah menurun secara signifikan pada kelompok intervensi sebesar 30,98 (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol menunjukkan penurunan yang tidak signifikan sebesar 3,42 (p=0,503). Ada perbedaan yang signifikan dalam tekanan sistolik antar kelompok (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tekanan diastolik dan kadar gula darah (p>0,05). Kelompok intervensi mengalami penurunan sistolik yang lebih besar, meskipun kelompok kontrol menunjukkan korelasi yang lebih tinggi, dan intervensi diastolik menurun lebih banyak meskipun variasinya tinggi. Secara keseluruhan, hasil intervensi lebih baik dan signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dibandingkan dengan kontrol. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tekanan darah diastolik dan kadar gula darah antara kedua kelompok.
Identifikasi Hubungan Jumlah Obat dan Penyakit Penyerta Terhadap Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Pneumonia Di Rumah Sakit Ananda Bekasi Tahun 2025 Feri Setiadi; Lia Warti; Feronika Evma Rahayu; Yonathan Tri Atmodjo; Budro Khyar; Ing Mayfa Br Situmorang; Rotua Suriany Simamora; Joy Chantika Dewi G; Pramesya Widyadhana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55012

Abstract

Pasien pneumonia rawat inap menerima banyak obat (polifarmasi) dan memiliki komorbiditas, sehingga berisiko tinggi mengalami potensi interaksi obat yang dapat memengaruhi hasil terapi. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta terhadap kejadian potensi interaksi obat pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Ananda Bekasi. Metode yang dilakukan dalama peneltian ini adalah observasional retrospektif dilakukan dengan menelaah rekam medis 50 pasien Pneumonia periode Januari– Maret 2025. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi Drug dan Drugbank, sedangkan hubungan antara jumlah obat atau penyakit penyerta dengan kejadian interaksi dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 43 pasien (86%) memiliki potensi interaksi obat dengan total 249 kejadian interaksi; dominasi tingkat keparahan adalah moderat (56%), diikuti minor (41%) dan mayor (3%). Jenis interaksi terbagi rata antara farmakodinamik dan farmakokinetik. Tren menunjukkan semakin banyak jumlah obat (≥7) dan penyakit penyerta (≥3), semakin tinggi proporsi interaksi, namun tidak mencapai signifikansi statistik (p = 0,074 untuk jumlah obat; p = 0,274 untuk komorbid). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa potensi interaksi obat tinggi pada pasien Pneumonia dengan polifarmasi dan komorbiditas; meskipun hubungannya secara statistik belum signifikan, secara klinis terdapat tren peningkatan risiko