Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FORMULATION AND STABILITY TEST OF CREAM FROM JUICE OF BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI l.) Feronika Evma Rahayu; Annysa Ellycornia Silvyana; Lia Warti; Dentri Asih
Journal of Research in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences Vol 1 No 2 (2022): Vol.1 No.2 DECEMBER (2022)
Publisher : Pharmacy Program, Faculty of Medicine, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jrpps.v1i2.6309

Abstract

Research on cream formulations using starfruit (Averrhoa bilimbi L.) juice has been carried out to determine the effect of sodium lauryl sulfate on the physical stability of cream from starfruit juice. Carambola wealth as an active substance is made in cream with varying concentrations of sodium lauryl sulfate of 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%. The evaluation was carried out in the form of organoleptic tests, homogeneity, cream type, pH, viscosity, centrifugation, and freeze-thaw. Data analysis was carried out using statistical tests using ANOVA which has a 95% confidence level (α = 0.05), the test is continued with the Tukey HSD test, and the analysis results show significant differences in each formula. The research results concluded that the higher the concentration of sodium lauryl sulfate as an emulsifying agent, the physical stability of the viscosity of the cream from starfruit juice increased.
Identifikasi Hubungan Jumlah Obat dan Penyakit Penyerta Terhadap Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Pneumonia Di Rumah Sakit Ananda Bekasi Tahun 2025 Feri Setiadi; Lia Warti; Feronika Evma Rahayu; Yonathan Tri Atmodjo; Budro Khyar; Ing Mayfa Br Situmorang; Rotua Suriany Simamora; Joy Chantika Dewi G; Pramesya Widyadhana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55012

Abstract

Pasien pneumonia rawat inap menerima banyak obat (polifarmasi) dan memiliki komorbiditas, sehingga berisiko tinggi mengalami potensi interaksi obat yang dapat memengaruhi hasil terapi. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta terhadap kejadian potensi interaksi obat pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Ananda Bekasi. Metode yang dilakukan dalama peneltian ini adalah observasional retrospektif dilakukan dengan menelaah rekam medis 50 pasien Pneumonia periode Januari– Maret 2025. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi Drug dan Drugbank, sedangkan hubungan antara jumlah obat atau penyakit penyerta dengan kejadian interaksi dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 43 pasien (86%) memiliki potensi interaksi obat dengan total 249 kejadian interaksi; dominasi tingkat keparahan adalah moderat (56%), diikuti minor (41%) dan mayor (3%). Jenis interaksi terbagi rata antara farmakodinamik dan farmakokinetik. Tren menunjukkan semakin banyak jumlah obat (≥7) dan penyakit penyerta (≥3), semakin tinggi proporsi interaksi, namun tidak mencapai signifikansi statistik (p = 0,074 untuk jumlah obat; p = 0,274 untuk komorbid). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa potensi interaksi obat tinggi pada pasien Pneumonia dengan polifarmasi dan komorbiditas; meskipun hubungannya secara statistik belum signifikan, secara klinis terdapat tren peningkatan risiko