Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik masyarakat dalam penolakan terhadap pembangunan taman desa di area lapangan sepak bola Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Konflik muncul akibat perbedaan kepentingan antara pemerintah desa yang ingin membangun taman sebagai fasilitas publik dan masyarakat yang ingin mempertahankan fungsi lapangan sepak bola sebagai sarana olahraga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berkembang melalui tahapan perceived conflict, felt conflict, manifest conflict, dan conflict aftermath sebagaimana dijelaskan dalam teori manajemen konflik Andri Kristanto (2020). Upaya penyelesaian konflik dilakukan melalui sosialisasi, musyawarah, dan negosiasi yang menghasilkan solusi kompromi berupa penataan ulang lapangan dan pembangunan taman dalam skala lebih kecil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik dapat dikelola secara konstruktif dan menghasilkan win-win solution yang diterima oleh kedua belah pihak.
Copyrights © 2026