Infeksi HIV pada pekerja seks komersial masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait kepatuhan terapi antiretroviral (ARV). Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko penularan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh contingency management dan dukungan sebaya terhadap kepatuhan ARV pada pekerja seks komersial terduga positif HIV. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contingency management dan dukungan sebaya masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan ARV. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perilaku dan sosial saling melengkapi dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan motivasi melalui insentif dan dukungan emosional dari sebaya mampu membantu pekerja seks mengatasi hambatan psikososial dan struktural dalam terapi ARV. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi multidimensional berbasis perilaku dan dukungan sosial untuk meningkatkan keberhasilan program ARV pada populasi kunci HIV.
Copyrights © 2026