Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisa Pemberian Azitromicin Sebagai Obat COVID-19 pada Pasien Terkonformasi Positif di Indonesia Kusno Haryanto; Liska Marlinda Sari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3746.594 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v2i5.369

Abstract

Antibiotics are given to corona patients if the doctor feels it is necessary because the patient is infected by certain bacteria. For example, a coronavirus patient is exposed to bacterial pneumonia. One type of antibiotic on the market is Azithromycin. Azithromycin is currently widely available in pharmacies such as in the Jakarta area. It is possible to increase the sales turnover of pharmacists only to the extent of selling the drug without educating consumers. The initial step to overcome the rampant sales of Azithromycin which is allegedly being sold freely among the public is to conduct a survey on the distribution of Azithromycin in pharmacies in DKI Jakarta, which is one of the barometer areas in handling COVID-19 in Indonesia. The aims of this study were: 1) to determine the availability of Azithromycin in pharmacies in the DKI Jakarta area; 2) to find out how much the public's demand for Azithromycin is in pharmacies in the DKI Jakarta area; 3) to know the public's understanding of the use and impact of using Azithromycin; 4) knowing whether or not there is education given by pharmacists to the community regarding the use and impact of using Azithromycin. The sample studied was 200 respondents in the Jakarta area who stated that they had bought Azithromycin in handling COVID-19. Data analysis used multiple linear regression. The results of the study concluded: 1) Public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists have a negative relationship towards the spread of Azithromycin, which means that if public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists has a low value, it will encourage an increase in distribution. Azithromycin in the community; 2) The correlation between public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists with the distribution of Azithromycin has a fairly strong category; 3) Public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists have a very significant influence on the distribution of Azithromycin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DI PUSKESMAS TAKTAKAN KOTA SERANG Kusno Haryanto; Ekadipta Ekadipta; Siti Suherla
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 8 No 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v8i1.396

Abstract

Penyakit infeksi menjadi sebuah permasalahan kesehatan yang penting untuk keluarga di sekitar terutama di Indonesia selaku negara yang berkembang. Obat yang terkadang diresepkan oleh dokter serta dipergunakan dalam menanggulangi permasalahan itu di antaranya antibiotik. Resistensi bakteri kepada antibiotik yang ada pada semua dunia dengan cepat, memberikan penurunan terhadap efikasi antibiotik yang telah terjadi perubahan sejarah pengobatan dan telah melakukan penyelamatan terhadap jutaan nyawa manusia. Krisis resistensi bakteri kepada antibiotik utama pokok tersebut dikarenakan oleh pemamfaatan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada puskesmas Taktakan, Kota Serang. Jenis penelitian yang dipergunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi pada riset ini merupakan pasien yang berkunjung pada puskesmas Taktakan Kota Serang Banten pada bulan April 2021 dengan ukuran sampel sebesar 100 responden. Analisis data univariat terhadap pengetahuan, prilaku, dan sikap dilakukan berdasarkan arikunto. Sedangkan pengujian analisis multivariate dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Berdasarkan uji univariat didapat bahwa 37% responden masih memiliki pengetahuan yang kurang terhadap penggunaan antibiotik. Walaupun memiliki pengetahuan yang kurang responden mampu memiliki perilaku yang cukup (44%) dan bersikap baik (54%) dalam penggunaan antibiotik. Sedang hasil uji multivariate menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap yang dimiliki responden berhubungan dengan perilaku dalam penggunaan antibiotik.
PERAN RISET, ABDIMAS, DAN INOVASI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR DALAM PENCAPAIAN SDGs 2024 Haryanto, Kusno; Mourenthino , Yehezkiel; Hidayah , Yulyana Nur; Ilah, Khoifatul '
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Dengan adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan memberikan pengalaman belajar yang berharga kepada mahasiswa melalui keterlibatan secara langsung di masyarakat untuk menemukan, merumuskan, mempelajari, mengenal potensi masyarakat sasaran, mengorganisasi masyarakat, memecahkan, menanggulangi dan mencari solusi permasalahan secara rasional dengan menumbuhkan motivasi untuk memanfaatkan potensi sendiri. Pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kali ini, mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat di RW.04 Kelurahan Kali Baru Dalam Mendukung Pencapaian SDGs 2024” yang dimana bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga berkelanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 Kelompok 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Lokasi KKN ini bertempatkan di daerah pesisir yang kebanyakan masyarakat setempatnya berprofesi sebagai nelayan dan petani. Banyak permasalahan yang kerap terjadi, seperti kurangnya pengetahuan tentang menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan mengungkap berbagai fakta yang ada dan terjadi di lapangan. Bagaimana suatu kesenjangan bisa terjadi dan menimbulkan berbagai konflik, serta apa saja sebenarnya yang menjadi harapan dan ekspektasi dari masyarakat untuk daerah tempat tinggalnya. Maka dari itu, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sangat penting dilaksanakan, selain itu untuk memajukan dan mengembangkan daerah tempat penelitian, juga sebagai pembelajaran kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya untuk mahasiswa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DI PUSKESMAS TAKTAKAN KOTA SERANG Haryanto, Kusno; Ekadipta, Ekadipta; Suherla, Siti
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v8i1.396

Abstract

Penyakit infeksi menjadi sebuah permasalahan kesehatan yang penting untuk keluarga di sekitar terutama di Indonesia selaku negara yang berkembang. Obat yang terkadang diresepkan oleh dokter serta dipergunakan dalam menanggulangi permasalahan itu di antaranya antibiotik. Resistensi bakteri kepada antibiotik yang ada pada semua dunia dengan cepat, memberikan penurunan terhadap efikasi antibiotik yang telah terjadi perubahan sejarah pengobatan dan telah melakukan penyelamatan terhadap jutaan nyawa manusia. Krisis resistensi bakteri kepada antibiotik utama pokok tersebut dikarenakan oleh pemamfaatan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada puskesmas Taktakan, Kota Serang. Jenis penelitian yang dipergunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi pada riset ini merupakan pasien yang berkunjung pada puskesmas Taktakan Kota Serang Banten pada bulan April 2021 dengan ukuran sampel sebesar 100 responden. Analisis data univariat terhadap pengetahuan, prilaku, dan sikap dilakukan berdasarkan arikunto. Sedangkan pengujian analisis multivariate dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi pearson product moment. Berdasarkan uji univariat didapat bahwa 37% responden masih memiliki pengetahuan yang kurang terhadap penggunaan antibiotik. Walaupun memiliki pengetahuan yang kurang responden mampu memiliki perilaku yang cukup (44%) dan bersikap baik (54%) dalam penggunaan antibiotik. Sedang hasil uji multivariate menunjukan bahwa pengetahuan dan sikap yang dimiliki responden berhubungan dengan perilaku dalam penggunaan antibiotik.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Penggunaan Obat Analgetik Antipiretik pada Masyarakat Kelurahan Kenanga Kota Tangerang Haryanto, Kusno; Marlindasari, Liskha
Jurnal Medika Farmaka Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Medika Farmaka
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmedfarm.v2i2.26

Abstract

One of the reasons many people do self-medication is the development of information technology via the internet and mass media about medicine. Another reason is to save costs, save time, and drugs for disorders such as pain and fever are easily found in pharmacies and drug stalls. The most widely used drug in self-medication is Paracetamol. The indication of Paracetamol is as an antipyretic analgesic, side effects of Paracetamol such as nausea, dizziness, vomiting, and long-term use can cause liver damage. This type of research uses descriptive quantitative. Quantitative research is a technique used to process data in the form of numbers, either as a result of measurement or conventional results. This study describes the level of knowledge of self-medication using antipyretic analgesic drugs in the community of Kenanga Village, Cipondoh, Tangerang City. The population in this study was the people of Kenanga Village, Cipondoh, Tangerang City RT 02 RW 01 as many as 302 people. Determination of the number of respondents using the Slovin rule so that the number of samples obtained was 80 respondents. The results showed that 49 respondents (61.25%) had good knowledge, 27 respondents (33.75%) had sufficient knowledge and 4 respondents (5%) had poor knowledge
Analisa Pemberian Azitromicin Sebagai Obat COVID-19 pada Pasien Terkonformasi Positif di Indonesia Haryanto, Kusno; Marlinda Sari, Liska
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i5.369

Abstract

Antibiotics are given to corona patients if the doctor feels it is necessary because the patient is infected by certain bacteria. For example, a coronavirus patient is exposed to bacterial pneumonia. One type of antibiotic on the market is Azithromycin. Azithromycin is currently widely available in pharmacies such as in the Jakarta area. It is possible to increase the sales turnover of pharmacists only to the extent of selling the drug without educating consumers. The initial step to overcome the rampant sales of Azithromycin which is allegedly being sold freely among the public is to conduct a survey on the distribution of Azithromycin in pharmacies in DKI Jakarta, which is one of the barometer areas in handling COVID-19 in Indonesia. The aims of this study were: 1) to determine the availability of Azithromycin in pharmacies in the DKI Jakarta area; 2) to find out how much the public's demand for Azithromycin is in pharmacies in the DKI Jakarta area; 3) to know the public's understanding of the use and impact of using Azithromycin; 4) knowing whether or not there is education given by pharmacists to the community regarding the use and impact of using Azithromycin. The sample studied was 200 respondents in the Jakarta area who stated that they had bought Azithromycin in handling COVID-19. Data analysis used multiple linear regression. The results of the study concluded: 1) Public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists have a negative relationship towards the spread of Azithromycin, which means that if public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists has a low value, it will encourage an increase in distribution. Azithromycin in the community; 2) The correlation between public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists with the distribution of Azithromycin has a fairly strong category; 3) Public understanding of antibiotics and information on drug administration by pharmacists have a very significant influence on the distribution of Azithromycin.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA SEX KOMERSIAL DI JALUR PANTAI UTARA TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TANPA RESEP DOKTER Kusno Haryanto
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 3 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/jse45g15

Abstract

Penggunaan obat tanpa resep dokter masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan dan sikap PSK di Jalur Pantai Utara (Pantura) terhadap penggunaan obat tanpa resep dokter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi di tiga titik lokasi serta wawancara mendalam dengan lima informan, terdiri atas tiga PSK, seorang penjual obat kios informal, dan seorang koordinator lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses obat yang sangat mudah, rendahnya literasi obat, serta sikap permisif terhadap penggunaan obat menjadi faktor dominan yang mempengaruhi praktik swamedikasi. Pembahasan memperlihatkan bahwa perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan ekonomi, termasuk peran penjual obat dan koordinator lapangan yang memperkuat pola penggunaan obat tanpa resep. Selain itu, kendala seperti stigma, biaya, dan waktu membuat PSK lebih memilih solusi cepat melalui swamedikasi dibandingkan konsultasi medis. Kesimpulannya, praktik penggunaan obat tanpa resep di kalangan PSK merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan intervensi edukasi, pengawasan distribusi obat, serta peningkatan akses layanan kesehatan yang ramah dan mudah dijangkau.
Microbiological Evaluation of Garlic Extract and SwissADME Profiling of Allicin as an Antimicrobial Candidate Noordam, Errol Rakhmad; Haryanto, Kusno; Iin Hardiyati, Iin Hardiyati; Wilapangga, Anjas; Yudianto, Dian; Komarudin, Dede; Pristiyantoro, Pristiyantoro
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 6, No 2 (2026): May–August 2026
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v6i2.37287

Abstract

This study aimed to evaluate the microbiological quality of garlic extract using a rapid ready-to-use plate system (Easy Plate) and to assess the physicochemical and pharmacokinetic properties of allicin through in silico analysis using SwissADME. Microbiological testing was performed on garlic extract samples targeting coliforms, Staphylococcus aureus, and Enterobacteriaceae. The in silico analysis evaluated physicochemical characteristics, solubility, pharmacokinetic properties, and drug-likeness parameters of allicin. The microbiological results showed no detectable bacterial growth in the tested garlic extract samples under the applied conditions. SwissADME analysis indicated that allicin has favorable properties, including compliance with Lipinski’s Rule of Five, balanced lipophilicity, good predicted water solubility, and high gastrointestinal absorption. These findings suggest that garlic extract exhibited acceptable microbiological quality under the present test conditions, while allicin demonstrated promising drug-like characteristics as a bioactive organosulfur compound. However, the microbiological findings should be interpreted cautiously because the intrinsic antimicrobial activity of garlic extract may affect microbial recovery, and the in silico results remain predictive and require further experimental validation.
Pengaruh Contingency Management Dan Dukungan Sebaya Terhadap Kepatuhan ARV Pada PSK Terduga Positif HIV Haryanto, Kusno; Hardiyati, Iin; Noordam, Errol Rakhmad
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/3sfr1z85

Abstract

Infeksi HIV pada pekerja seks komersial masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait kepatuhan terapi antiretroviral (ARV). Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko penularan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh contingency management dan dukungan sebaya terhadap kepatuhan ARV pada pekerja seks komersial terduga positif HIV. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contingency management dan dukungan sebaya masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan ARV. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perilaku dan sosial saling melengkapi dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan motivasi melalui insentif dan dukungan emosional dari sebaya mampu membantu pekerja seks mengatasi hambatan psikososial dan struktural dalam terapi ARV. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi multidimensional berbasis perilaku dan dukungan sosial untuk meningkatkan keberhasilan program ARV pada populasi kunci HIV.