Pendapatan petani karet di Desa Karya Mukti menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antarpetani yang dipengaruhi oleh luas lahan, jumlah produksi getah karet, serta biaya perawatan kebun. Perbedaan karakteristik tersebut menyebabkan tingkat pendapatan petani tidak seragam sehingga diperlukan pengelompokan untuk melihat pola pendapatan secara lebih jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan tingkat pendapatan petani karet menggunakan pendekatan data mining dengan algoritma K-Means. Analisis dilakukan terhadap 95 data petani karet yang diperoleh melalui wawancara langsung. Variabel yang dianalisis meliputi luas lahan, jumlah produksi getah karet, dan pendapatan bersih petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani karet di Desa Karya Mukti terbagi ke dalam tiga klaster, yaitu klaster pendapatan rendah sebanyak 43 petani, klaster pendapatan sedang sebanyak 37 petani, dan klaster pendapatan tinggi sebanyak 15 petani. Evaluasi menggunakan Davies–Bouldin Index menghasilkan nilai sebesar 0,519 yang menunjukkan bahwa hasil pengelompokan memiliki kualitas yang cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara luas lahan, tingkat produksi, dan pendapatan bersih petani karet. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar analitis bagi pemerintah desa dan pihak terkait dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet.
Copyrights © 2026