Pentingnya peningkatan kesantunan berbahasa di kalangan siswa SMA semakin menonjol seiring perubahan pola komunikasi digital yang sering mengabaikan etika berbahasa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai kesantunan dan keragaman budaya melalui media digital, serta membimbing siswa menerapkan praktik berbahasa santun dalam konteks multikultural. Metode yang digunakan ialah pendekatan edukatif-partisipatif berbasis teknologi melalui sosialisasi, pemetaan kebutuhan, pelatihan blended, produksi media ajar digital menggunakan platform seperti Canva dan Book Creator, serta evaluasi pretest–posttest, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru dan siswa terkait kesantunan berbahasa serta kemampuan memanfaatkan teknologi pendidikan. Sebanyak 83% guru berhasil menghasilkan media ajar digital yang relevan, sementara siswa menunjukkan peningkatan motivasi dan kemampuan komunikasi santun. Program ini menghasilkan modul digital berkelanjutan yang mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis budaya lokal dan karakter.
Copyrights © 2026