Bencana banjir yang melanda Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, telah menyebabkan gangguan signifikan pada proses belajar mengajar. Selain kerusakan infrastruktur, banyak siswa kehilangan peralatan sekolah mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memitigasi dampak pendidikan pasca-bencana melalui dua pendekatan utama: penyaluran paket peralatan belajar darurat dan edukasi mitigasi aset pendidikan bagi keluarga siswa. Metode yang digunakan meliputi survei dampak, koordinasi dengan perangkat desa, serta pendistribusian langsung paket bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran paket belajar mampu memulihkan motivasi belajar siswa sebesar 85% berdasarkan observasi lapangan. Selain itu, workshop mitigasi memberikan pemahaman baru bagi orang tua mengenai cara mengamankan dokumen dan peralatan pendidikan saat peringatan dini banjir diterima. Program ini diharapkan menjadi model penanganan pendidikan darurat yang responsif di wilayah rawan bencana Aceh Tamiang.
Copyrights © 2026