ABSTRAK: Kajian ini menggali hubungan antara ilmu filologi dan sastra Melayu klasik dengan menelaah teks Hikayat Si Miskin. Penelitian berfokus pada bagaimana tokoh-tokoh digambarkan, penggunaan bahasa, serta nilai-nilai moral yang tersirat dalam cerita tersebut, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses transkripsi naskah, penerjemahan, dan analisis struktur wacana yang meliputi tiga tingkatan: makro, superstruktur, dan mikro. Temuan menunjukkan bahwa tokoh utama digambarkan sebagai pribadi yang penuh kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan meski menghadapi penderitaan. Tokoh pendukung berperan memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang. Pada tingkat makro, tema utama yang muncul adalah penderitaan, ujian hidup, dan keajaiban ilahi. Superstruktur membentuk alur cerita yang bergerak maju dengan tahapan awal, konflik, dan penyelesaian. Sementara itu, struktur mikro mencakup aspek semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris yang memperkaya makna teks. Nilai-nilai moral yang terkandung antara lain kesabaran, belas kasih, kejujuran, pengampunan, dan ketundukan pada kehendak Tuhan. Pendekatan filologis yang dipadukan dengan analisis wacana membuka ruang untuk memahami teks klasik secara lebih mendalam dan menegaskan pentingnya nilai-nilai moral Melayu dalam kehidupan masa kini. KATA KUNCI: Filologi, Sastra Melayu Klasik, Hikayat Si Miskin, Nilai Moral > PHILOLOGY AND CLASSICAL MALAY LITERATURE: A STUDY OF CHARACTERIZATION, LINGUISTIC FEATURES, AND MORAL VALUESIN HIKAYAT SI MISKIN ABSTRACT: This study examines the relationship between philology and classical Malay literature through an analysis of the text Hikayat Si Miskin. The main focus lies on the characterization, language use, and the moral values embedded within the narrative, employing a descriptive qualitative approach. Data were collected through manuscript transcription, translation, and discourse structure analysis at the macro, superstructure, and micro levels. The findings reveal that the main character is portrayed as patient and devoutly resigned to fate despite enduring hardship, while the supporting characters serve to reinforce the story’s moral message. At the macro level, the central themes of suffering and miracles are highlighted; the superstructure presents a progressive plot moving from introduction and conflict to resolution; and the micro-level analysis encompasses semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical aspects. The moral values identified include patience, compassion, honesty, forgiveness, and submission to divine will. The synergy between philological study and discourse analysis allows for a deeper understanding of the text and affirms the continued relevance of classical values within contemporary life. KEYWORDS: Philology, Classical Malay Literature, Hikayat Si Miskin, Moral Values
Copyrights © 2026