Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan anak mengenai pentingnya penguatan identitas linguistik dalam keluarga bilingual serta implikasinya terhadap pemerolehan bahasa kedua. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan reflektif berbasis autoetnografi yang melibatkan pengalaman personal sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi, refleksi pengalaman bahasa dalam keluarga, serta penggunaan media edukasi berupa presentasi dan leaflet. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta, pemahaman terhadap materi, serta perubahan sikap terhadap penggunaan bahasa dalam keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi peserta mencapai 88%, pemahaman materi sebesar 83%, kesadaran terhadap pentingnya identitas linguistik mencapai 85%, dan respons terhadap media edukasi sebesar 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan reflektif berbasis autoetnografi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan praktik penggunaan bahasa secara seimbang dalam keluarga bilingual serta mendukung pemerolehan bahasa kedua secara lebih optimal.
Copyrights © 2026