Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memberikan beban signifikan terhadap kesehatan masyarakat, termasuk di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila. Data awal menunjukkan adanya 20 penderita diabetes dan 74 penderita hipertensi di desa tersebut, yang menggambarkan tingginya prevalensi penyakit ini. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan penyakit menjadi dasar dilaksanakannya program pengabdian masyarakat melalui implementasi Modul Diabetes dan Hipertensi (DIAHIP). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif meliputi survei awal, penyusunan modul, pelatihan kader kesehatan, edukasi masyarakat, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan edukasi serta pemeriksaan sederhana, meningkatnya kesadaran masyarakat melalui edukasi interaktif, penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah dasar, serta terlaksananya kegiatan skrining kesehatan dan senam DIAHIP bagi lansia. Program ini berhasil memberdayakan kader sebagai agen kesehatan, menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini, serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis. Dengan demikian, implementasi Modul DIAHIP terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengoptimalkan pengelolaan diabetes dan hipertensi di masyarakat.
Copyrights © 2026