ABSTRACT This study is motivated by the importance of developing students’ self-concept as one of the key factors supporting academic success and social adjustment in the school environment. However, there are still students with low self-concept who require appropriate guidance and counseling interventions. This study aims to examine the differences in students’ self-concept before and after being provided with content mastery services and information services at UPTD SMP Negeri 3 Mandrehe. This study employs a mixed-method approach with a sequential explanatory design, which integrates quantitative data supported by qualitative data to strengthen the interpretation of the findings using purposive random sampling techniques. The research variables include self-concept as the dependent variable, and content mastery services and information services as the independent variables. Data were collected using a questionnaire. The data were analyzed by comparing pre-test and post-test scores to determine the effectiveness of the interventions. The results show that the average self-concept score of students increased from 67.37 to 110.25 (very high category) after the content mastery service, while in the information service it increased from 71.29 to 111.16 (very high category). These findings indicate that both services are effective in significantly improving students’ self-concept. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan konsep diri siswa sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan belajar dan penyesuaian sosial di lingkungan sekolah. Namun, masih ditemukan siswa dengan konsep diri yang rendah sehingga memerlukan intervensi layanan bimbingan dan konseling yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsep diri siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan penguasaan konten dan layanan informasi di UPTD SMP Negeri 3 Mandrehe. Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential explanatory, yaitu penggabungan data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif untuk memperkuat interpretasi hasil penelitian dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Variabel penelitian meliputi konsep diri sebagai variabel dependen, serta layanan penguasaan konten dan layanan informasi sebagai variabel independen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Hasil penelitian dianalisis melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat efektivitas layanan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsep diri siswa sebelum dan sesudah layanan penguasaan konten meningkat dari 67,37 menjadi 110,25 dengan kriteria sangat tinggi, sedangkan pada layanan informasi meningkat dari 71,29 menjadi 111,16 dengan kriteria sangat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kedua layanan tersebut efektif dalam meningkatkan konsep diri siswa secara signifikan.
Copyrights © 2026