ABSTRACT The problem addressed in this study stems from the suboptimal sepak sila skills of students participating in the sepak takraw extracurricular program at SMAN 4 Sumbawa, which is presumed to be related to the training methods applied. This study aims to analyze the differences in the effects of direct and indirect sepak sila training methods on improving students’ sepak sila skills. The research employed an experimental approach using a matched by subject design, involving 14 students who were divided into two treatment groups through a total sampling technique. The instrument used was a sepak sila skill test, and the data were analyzed using parametric statistical tests to examine the differences in the effects of the training methods. The results indicate that both training methods significantly improved students’ skills; however, the indirect sepak sila training method resulted in a greater improvement compared to the direct method. These findings suggest that training involving gradual control and movement adjustment processes is more effective in enhancing basic technical skills. Therefore, the indirect training method can be recommended as a more effective approach in sepak takraw learning, particularly in improving students’ sepak sila skills. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari belum optimalnya keterampilan sepak sila siswa pada kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw di SMAN 4 Sumbawa, yang diduga berkaitan dengan metode latihan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara latihan sepak sila langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan keterampilan sepak sila siswa. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan matched by subject design, melibatkan 14 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan sepak sila, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik untuk melihat perbedaan pengaruh antar metode latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan siswa, namun metode latihan sepak sila tidak langsung memberikan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan metode langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan yang melibatkan proses kontrol dan penyesuaian gerak secara bertahap lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar. Dengan demikian, metode latihan tidak langsung dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam pembelajaran sepak takraw, khususnya dalam meningkatkan keterampilan sepak sila siswa.
Copyrights © 2025