Penelitian ini mengkaji fenomena erosi idealisme dan komodifikasi gerakan pada Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tegal dalam momentum politik 2024. Masalah utama dalam kajian ini adalah terjadinya pergeseran orientasi organisasi dari wadah kaderisasi intelektual menjadi instrumen mobilisasi politik praktis. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar mekanisme komodifikasi modal sosial dan simbolik serta menganalisis dampak kooptasi politik terhadap integritas organisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, sumber penelitian melalui wawancara mendalam delapan belas informan, observasi dan dokuemntasi. Teknik validasi menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan finansial mandiri, tekanan budaya loyalitas terhadap senior, dan motif oportunisme karier menjadi faktor pendorong utama pengurus dalam menggadaikan independensi organisasi. Praktik ini bermanifestasi dalam penggunaan forum resmi dan atribut organisasi sebagai alat kampanye elektoral. Kooptasi politik praktis telah menyebabkan degradasi fungsional dan intelektual yang mereduksi peran organisasi menjadi sekadar lumbung suara bagi elit politik.
Copyrights © 2026