Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembinaan Kesadaran Berkonstitusi Warga Negara Melalui Pendidikan Konstitusi di Pusdik Pancasila dan Konstitusi Gumilar, Agung Tesa
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v4i1.2287

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi (Pusdik Pancasila dan Konstitusi) dalam membina kesadaran berkonstitusi di kalangan warga negara Indonesia. Kehadiran Mahkamah Konstitusi sebagai pengawal konstitusi memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan kebangsaan yang berlandaskan pada konstitusionalisme. Selain menjalankan fungsinya sebagai lembaga peradilan, Mahkamah Konstitusi juga berupaya meningkatkan pendidikan konstitusi melalui pendirian Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Namun, kesadaran berkonstitusi masyarakat Indonesia masih rendah, yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan negara sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan konstitusi yang diselenggarakan oleh Pusdik Pancasila dan Konstitusi berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap warga negara terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945. Pendidikan ini disampaikan melalui berbagai program dan kegiatan yang didukung oleh kurikulum dan tenaga pengajar yang kompeten, sehingga mampu membangun budaya sadar berkonstitusi di kalangan masyarakat.
Revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum Berbasis Proyek: Upaya Meningkatkan Civic Engagement dan Karakter Kewargaan Gumilar, Agung Tesa; Rahmat, Rahmat; Darmawan, Cecep; Anggraeni, Leni
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12137

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek dalam upaya meningkatkan civic engagement dan karakter kewargaan melalui Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Telkom. Studi ini didasarkan pada pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk warga negara yang aktif, reflektif, partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran MKWK selama ini dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab tantangan tersebut, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis integrasi antara kebijakan nasional, kebijakan internal perguruan tinggi, serta penerapan model pembelajaran berbasis proyek melalui pendekatan Digital-Based Collaborative and Active Learning to Create Meaningful Education. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui reduksi data, pengelompokan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi MKWK mampu memperkuat civic engagement dan karakter kewargaan mahasiswa, seperti tanggung jawab sosial, sikap kritis, kepedulian terhadap isu publik, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Keberhasilan ini ditopang oleh kurikulum yang transformatif, strategi pembelajaran yang kolaboratif, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan yang progresif.
Peran Mata Kuliah Wajib Kurikulum sebagai Katalisator Keterlibatan Kewargaan Transformatif Gumilar, Agung Tesa; Saefulloh, Febri; Delsya, Kartika; Alawiyah, Titi; Salty, Ria Erica
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7408

Abstract

This article aims to examine how the Mandatory Curriculum Courses (MKWK), particularly Pancasila Education and Civic Education, can be transformed from mere instruments of value transmission into catalysts for transformative civic engagement through the integration of Experiential Civic Learning and Connected Civic Learning. The core issue lies in the gap between the strong normative foundation of MKWK and the persistence of conventional pedagogical practices (lectures and rote learning) that are increasingly irrelevant for students especially those from Generations Z and Alpha who are more responsive to participatory and action-based learning approaches. The research adopts a qualitative approach with a case study method conducted at the Bandung Institute of Technology (ITB), selected for its innovation in implementing socio-technological project-based learning. Data were collected through in-depth interviews with MKWK coordinators and lecturers, classroom observations, and document analysis, and were subsequently analyzed thematically. The findings reveal that ITB’s project-based approach successfully bridges Pancasila values with real-world issues such as justice and social inclusion, encouraging students to shift from an instrumental view of technology toward ethical awareness. However, implementation faces several structural and institutional challenges, including the absence of a dedicated academic management unit for MKWK, dependence on individual initiatives, and limited academic recognition of practical knowledge. Moreover, the prevailing technocentric academic culture reinforces the dichotomy between technical competence and social responsibility. The success of MKWK should therefore be measured by students’ ability to actualize national values through concrete civic actions rather than merely demonstrating theoretical mastery.