Abstrak: Pendidikan kejuruan mengemban peran ganda yaitu mengembangkan kompetensi teknis dan melestarikan budaya lokal, seperti pada mata kuliah Sanggul Tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif implementasi strategi pembelajaran inovatif (Problem-Based Learning dan Project- Based Learning) di dua institusi kejuruan, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk mengidentifikasi pola penerapan dan sumber kendala yang menghambat kreativitas mahasiswa. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus kolektif (Comparative Case Study) ini menggunakan triangulasi data dari wawancara mendalam dengan dosen, analisis dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan observasi langsung. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa implementasi Problem-Based Learning dan Project- Based Learning belum optimal karena adanya distorsi kurikuler, dimana rubrik penilaian yang kaku menekankan standarisasi bentuk baku (reproduksi) alih-alih eksplorasi serta kendala operasional berupa sarana prasarana dan adaptasi AI. Simpulan menunjukkan strategi yang ada cenderung kembali ke praktik reproduktif, sehingga direkomendasikan intervensi model yang lebih terarah melalui integrasi Inquiry-Based Learning dan Case-Based Learning. Inquiry-Based Learning akan mendorong penemuan mandiri untuk melampaui pakem kaku, sementara Case-Based Learning akan melatih analisis kritis dan perumusan solusi inovatif yang aplikatif.
Copyrights © 2026