Toko Madura Tiga Saudara di Kecamatan Pakis merupakan unit usaha mikro potensial yang menghadapi kendala manajerial serius berupa pencatatan keuangan yang tidak teratur dan manajemen stok yang bersifat reaktif. Pengabdian ini krusial dilakukan karena percampuran aset pribadi dan usaha serta rendahnya literasi digital menghambat keberlanjutan bisnis di tengah persaingan ritel modern. Tujuan utama kegiatan ini adalah mentransformasi tata kelola keuangan dan operasional melalui digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan Action Research, meliputi tahap observasi, klasifikasi produk berbasis data, serta implementasi Financial Technology (Fintech). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada profesionalisme pengelola dan akuntabilitas keuangan melalui penerapan sistem "gaji diri sendiri" serta penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital. Selain itu, efisiensi modal kerja berhasil ditingkatkan melalui penataan stok barang berdasarkan kategori fast, medium, dan slow moving. Kesimpulannya, integrasi pembukuan terintegrasi dan teknologi finansial sangat efektif dalam memperkuat daya saing ekonomi mikro. Keberhasilan model ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi yang tepat guna mampu mengubah pola pikir tradisional menjadi manajemen usaha yang lebih profesional dan terukur bagi keberlanjutan UMKM.
Copyrights © 2026