Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Program Jebol Pawon Rembes dalam mengurangi kerentanan sosial kependudukan di Kelurahan Wonokusumo, Kota Surabaya. Permasalahan utama adalah rendahnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan pada kelompok rentan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan lansia, akibat keterbatasan akses layanan, rendahnya literasi administrasi, serta hambatan mobilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan dianalisis menggunakan teori manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan, program telah memiliki tujuan yang spesifik melalui pendekatan SMART, namun masih lemah dalam indikator terukur dan batas waktu. Pada aspek pengorganisasian, pembagian tugas dan kewenangan telah berjalan baik dan terstruktur. Pada aspek pelaksanaan, strategi jemput bola mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan mempermudah akses layanan. Sementara itu, pada aspek pengawasan, ditemukan kesenjangan akibat keterbatasan sumber daya manusia sehingga jangkauan layanan belum merata. Kesimpulannya, Program Jebol Pawon Rembes telah berkontribusi dalam mengurangi kerentanan sosial kependudukan, namun belum optimal. Diperlukan penguatan pada aspek perencanaan dan sumber daya manusia agar pelayanan lebih merata.
Copyrights © 2026