Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

STRATEGI PERENCANAAN PROGRAM JEBOL PAWON REMBES DALAM MENGURANGI KERENTANAN SOSIAL KEPENDUDUKAN DI SURABAYA Bilqiis Abiyyah Az Zainiyah; Melvin Aurelia Alina Putri; Revania Anindhita Putri; Aulya Amanda Putri; Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Program Jebol Pawon Rembes dalam mengurangi kerentanan sosial kependudukan di Kelurahan Wonokusumo, Kota Surabaya. Permasalahan utama adalah rendahnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan pada kelompok rentan, seperti masyarakat berpenghasilan rendah dan lansia, akibat keterbatasan akses layanan, rendahnya literasi administrasi, serta hambatan mobilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan dianalisis menggunakan teori manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan, program telah memiliki tujuan yang spesifik melalui pendekatan SMART, namun masih lemah dalam indikator terukur dan batas waktu. Pada aspek pengorganisasian, pembagian tugas dan kewenangan telah berjalan baik dan terstruktur. Pada aspek pelaksanaan, strategi jemput bola mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan mempermudah akses layanan. Sementara itu, pada aspek pengawasan, ditemukan kesenjangan akibat keterbatasan sumber daya manusia sehingga jangkauan layanan belum merata. Kesimpulannya, Program Jebol Pawon Rembes telah berkontribusi dalam mengurangi kerentanan sosial kependudukan, namun belum optimal. Diperlukan penguatan pada aspek perencanaan dan sumber daya manusia agar pelayanan lebih merata.
Analisis Manajemen Penerapan Program Suroboyo Bus Sebagai Transportasi Publik Perkotaan Di Surabaya Maherza Cahya Diastara; Gilbert Seno Rumbiak; Ayunda Putri Athamevia; Ivena Callista Putri; Trenda Aktiva Oktariyanda; Meirinawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penerapan program Suroboyo Bus sebagai transportasi publik perkotaan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suroboyo Bus telah menerapkan sistem pengendalian manajemen berbasis nilai publik (public value) yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan. Inovasi layanan, seperti sistem pembayaran menggunakan sampah plastik serta pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Golek Bis (GOBIS), terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelayanan dan minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Namun demikian, dalam implementasinya masih ditemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan jumlah armada, waktu tunggu bus yang relatif lama, serta fasilitas halte yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pada aspek operasional dan infrastruktur guna mendukung keberlanjutan dan optimalisasi program.
Analisis Manajemen Pelayanan Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Puskesmas Pembantu Meri Kota Mojokerto Nabila Luthfi Talitha; Zahra Syety Yuda Aulia; Annida Qonita Syahida; Ratu Andini Anindiya Hanum; Trenda Aktiva Oktariyanda; Meirinawati
Jurnal Pelita Nusantara Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Pelita Nusantara : Kajian Ilmu Sosial Multidisiplin
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/jurnalpelitanusantara.v3i4.1012

Abstract

Health services are one of the important forms of public service in fulfilling the basic needs of society. Research on health service management at the Auxiliary Community Health Center (Puskesmas Pembantu) level is still relatively limited, even though this facility plays an important role in providing community health services at the local level. This study aims to analyze health service management in improving service quality at Puskesmas Pembantu Meri, Mojokerto City. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of interviews, observations, and literature review. The results showed that the service management at Puskesmas Pembantu Meri has been implemented quite well through the application of online and offline registration systems, queue management, referral systems, flexible workforce allocation, and periodic service evaluations. This study also found that the digitalization of services through the JKN Mobile application helped improve service efficiency and reduce patient queues. However, the implementation of digital-based services has not been fully optimal due to limited technological literacy among some members of the community. In addition, the high targets of health programs and digital-based reporting obligations potentially increase the administrative burden on health workers. Therefore, the quality of health services is influenced not only by the service system itself, but also by the effectiveness of human resource management, organizational coordination, and the ability to adapt to technology-based service transformation.
EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN INISIATIF KOMPOS UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI SWK GAYUNGAN Neny Ayu Nourmanita; Meirinawati; Eva Hany Fanida; Trenda Aktiva Oktariyanda; Deby Febriyan Eprilianto; Adam Jamal
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6812

Abstract

Sentra Wisata Kuliner (SWK) Gayungan Surabaya merupakan kawasan strategis yang berkembang seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke Masjid Al Akbar Surabaya. Aktivitas ekonomi para pedagang di kawasan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, namun juga menimbulkan permasalahan lingkungan berupa peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik dari sisa makanan, buah, dan sayuran. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di SWK Gayungan belum optimal, ditandai dengan pencampuran sampah organik dan non-organik dalam satu tempat pembuangan. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, risiko penyakit, serta mengancam kesehatan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pedagang SWK Gayungan terkait pengelolaan sampah. Metode pengabdian dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai pemilahan sampah serta pengelolaan limbah organik menjadi kompos yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pedagang mengenai pentingnya pemilahan sampah dan penerapan konsep 3R dalam aktivitas usaha sehari-hari. Terjadi peningkatan jumlah pedagang yang paham terkait pengelolaan sampah dan pembuatan kompos yang sebelumnya sama sekali tidak paham menjadi paham dan pemahaman pedagang meningkat. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi pengelolaan sampah memiliki peran penting dalam mendukung lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di kawasan sentra wisata kuliner khususnya di SWK Gayungan Surabaya.
MANAJEMEN STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAGETAN Suroto; Meirinawati
Publika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v14n1.p299-310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen strategis dalam meningkatkan kinerja karyawan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan berdasarkan perspektif Berman dan Hijal-Moghrabi (2023). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kinerja karyawan dicapai melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan disiplin kerja dan motivasi, pemanfaatan teknologi administrasi, dan kepemimpinan partisipatif, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas, efektivitas, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, beban kerja yang tinggi, dan disiplin karyawan yang kurang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja karyawan dipengaruhi oleh kompetensi sumber daya manusia, motivasi kerja, dukungan teknologi, kepemimpinan yang efektif, dan evaluasi berkelanjutan.
STRATEGI PEMERINTAH DESA KWANGSAN KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO DALAM MENINGKATKAN INDEKS KETAHANAN SOSIAL (IKS) PADA STATUS DESA MANDIRI Vika Armelya Putri; Trenda Aktiva Oktariyanda; Meirinawati; Eva Hany Fanida
Publika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v14n1.p269-278

Abstract

The implementation of strategic management in improving the Social Resilience Index (Indeks Ketahanan Sosial/IKS) represents an effort by village governments to strengthen social cohesion and community stability amid social dynamics and modernization. The Government of Kwangsan Village has implemented strategies to enhance social resilience through community participation and public service innovation. This study aims to analyze the strategic management process of Kwangsan Village Government in improving the Social Resilience Index by applying the strategic management framework proposed by Ahmad (2020) and the strategy evaluation perspective of David & David (2017), which includes strategy formulation, implementation, and evaluation. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The informants consisted of village officials and community members. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that strategic management in Kwangsan Village has been implemented in a progressive and adaptive manner. In the formulation stage, the village government identified internal strengths such as social capital and institutional capacity, as well as challenges including declining participation in several IKS indicators. Strategy implementation was carried out through strengthening social activities and digital-based public service innovations. Strategy evaluation was conducted through program review and adjustment of approaches; however, it has not been fully supported by systematically documented and measurable performance indicators.
EVALUASI MANAJEMEN KEBIJAKAN PENONAKTIFAN 11 JUTA PESERTA PBI BPJS KESEHATAN TAHUN 2026 MENGGUNAKAN PERSPEKTIF POSDCORB Allexa Belva Sepdiana Ayu Wijanarko; Nabila Salsabil; Desi Nurlaily; Nanik Dwi Setya Wati; Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 6 No. 03 (2026): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v6i03.2764

Abstract

Kebijakan penonaktifan sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan pada tahun 2026 menjadi perhatian publik karena menimbulkan berbagai polemik dan berdampak pada akses layanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen kebijakan tersebut dengan menggunakan perspektif manajemen publik melalui pendekatan POSDCORB. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka, dimana data diperoleh dari jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta sumber berita yang relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengkaji kebijakan berdasarkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepegawaian, pengarahan, koordinasi, pelaporan, dan penganggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan masih menghadapi berbagai permasalahan dalam aspek manajemen publik. Kelemahan utama terletak pada kurangnya sosialisasi kebijakan, ketidaksinkronan data antar lembaga, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi dan transparansi informasi. Selain itu, ditemukan adanya ketidaktepatan sasaran (targeting error) akibat lemahnya validasi data, sehingga kebijakan yang bertujuan meningkatkan efisiensi justru berdampak pada masyarakat rentan yang masih membutuhkan perlindungan kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan sosial dan perlindungan publik. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam aspek manajemen kebijakan, khususnya pada integrasi data, koordinasi antar lembaga, serta penguatan orientasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Analisis Manajemen Publik Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Menggunakan Fungsi POAC Berdasarkan Laporan Kinerja Tahun 2023 Nur Zaskia Andriani Safira; Amelia Putri Nur Ramadhani; Safila Fidrianata; Neylla Putri Aisyah; Trenda Aktiva Oktariyanda; Meirinawati
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1217

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi fungsi manajemen publik pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menggunakan kerangka POAC berdasarkan Laporan Kinerja Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif interpretatif dan studi kasus institusional. Data diperoleh dari Laporan Kinerja 2023, rencana strategis, perjanjian kinerja, serta regulasi terkait, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning telah terstruktur secara sistematis dan terintegrasi dengan berbagai kerangka seperti RPJMD, Sustainable Development Goals, dan Standar Pelayanan Minimal. Namun, ketiadaan analisis risiko iklim menyebabkan tidak tercapainya target Indeks Kualitas Udara akibat fenomena El Nino. Fungsi organizing menunjukkan struktur yang jelas, tetapi masih menghadapi kendala ketimpangan sumber daya manusia dan koordinasi antarbidang. Fungsi actuating menjadi tantangan utama karena keterbatasan kapasitas teknis, meskipun diperkuat melalui model community based actuating yang inovatif. Fungsi controlling menjadi yang paling kuat dengan capaian akuntabilitas kinerja yang tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa fungsi actuating merupakan faktor paling kritis sekaligus paling rentan dalam pengelolaan lingkungan hidup di kota metropolitan.