Prevalensi penderita diabetes di Indonesia cendrung meningkat setiap tahun. Peningkatan prevalensi diabetes melitus berkaitan dengan asupan karbohidrat. Umumnya masyarakat awam terhadap indeks glikemik pada karbohidrat. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus, dilakukan edukasi mengenai indeks glikemik pangan. Metode edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi dan pembagian brosur terkait penyakit diabetes dan pola asupan pangan. Efektifitas kegiatan edukasi dievaluasi melalui pretest dan post test terkait materi edukasi. Dari kegiatan edukasi diketahui bahwa pengetahuan masyarakat mengenai penyakit diabetes cukup baik yaitu 74 % reponden menjawab benar terkait gejala diabetes. Namun pengetahuan masyarakat mengenai indeks glikemik pangan sangat rendah yaitu 16 % responden memberikan jawaban keliru terkait indeks glikemik, dan 23 % tidak tepat dalam memilih pangan rendah glikemik. Setelah kegiatan edukasi, tingkat pengetahuan masyarakat meningkat dimana 96 % responden memberikan jawaban benar mengenai gejala diabetes, 88 % reponden memberikan jawaban benar mengenai indeks glikemik pangan, dan 91% tepat dalam memilih pangan rendah glikemik. Responden juga memberikan penilaian positif terhadap pemberian brosur karena brosur membantu dalam memahami dan mengingat materi yang disampaikan, serta menjadi rujukan dalam menentukan indeks glikemik pangan. Dapat disimpulkan kegiatan edukasi dan pembagian brosur meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap diabetes dan indeks glikemik pangan dan diharapkan memberikan manfaat langsung dalam upaya mengendalikan penyakit diabetes melitus melalui pemilihan pangan rendah glikemik
Copyrights © 2026