Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan dua subjek yang mengalami gagap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri terjadi secara bertahap, dimulai dengan kesadaran akan kondisi diri, munculnya respons emosional negatif seperti rasa malu, harga diri yang rendah, dan kecemasan, serta berpuncak pada pengalaman stigma sosial dari lingkungan. Meskipun demikian, dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya memainkan peran penting dalam membantu individu mengatasi kondisi ini. Pada akhirnya, kedua subjek menunjukkan perubahan dalam persepsi diri mereka, di mana mereka mulai memandang gagap sebagai bagian yang dapat diterima dari diri mereka, yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai tahap penerimaan diri. Penerimaan diri pada individu yang mengalami gagap berlangsung secara bertahap, dimulai dari respons emosional negatif hingga menghadapi stigma sosial. Dukungan dari lingkungan, terutama keluarga dan teman sebaya, berperan penting dalam membantu individu mencapai tahap penerimaan diri dan mampu menerima kondisi gagap sebagai bagian dari dirinya.
Copyrights © 2026